Thursday, August 19, 2010

Lailatul Qadar.


Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Allah ta'ala. Allah ta'ala menamainya dengan Lailatul Qadar, menurut sebagian pendapat, karena pada malam itu Allah Ta'ala mentakdirkan ajal, rizki dan apa yang terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah ta'ala. Hal ini sebagaimana Allah Ta'ala firmankan:



فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Ad Dukhan: 4)

Didalam ayat tersebut Allah Ta'ala menamai Lailatul Qadar karena sebab tersebut. Menurut pendapat lain, disebut malam Lailatul Qadar karena malam tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta'ala. Allah Ta'ala menyebutnya sebagai malam yang berkah, sebagaimana firman-Nya:



إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ



Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesunggunhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (Ad Dukhan: 3)



Allah Ta'ala juga memuliakan malam ini dalam firman-Nya:



وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ



Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Al Qadr: 2-3)

Maksudnya, amalan di malam yang barakah ini menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar padanya. Seribu bulan sama dengan 83 tahun lebih. Ini menunjukkan keutamaan malam yang besar ini. Oleh karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam berusaha mencari malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:



"Barang siapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau ataupun yang akan datang."



Allah Ta'ala juga mengabarkan bahwa pada malam itu malaikat Jibril dan ruh turun. Ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya malam ini karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Kemudian Allah Ta'ala mensifati malam itu dengan firman-Nya:



سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ



Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al Qadr: 5)



Allah ta'ala mensifati malam tersebut dengan malam keselamatan. Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak. Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam barakah ini.



Akan tetapi, Allah Ta'ala menyembunyikannya di bulan Ramadhan agar seorang muslim bersungguh-sungguh mencarinya. Sehingga amalnya semakin banyak dan dengan itu ia menggabungkan antara banyaknya amal di seluruh malam-malam Ramadhan dan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dengan segala keutamaan, kemuliaan dan pahalanya. Sehingga dengan itu ia mengumpulkan antara dua kebaikan. Ini merupakan karunia Allah ta'ala atas hamba-hamba-Nya.



Ringkasnya, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang besar (agung) dan berkah. Juga merupakan nikmat dari Allah ta'ala yang mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. Maka jika dia diberi taufik untuk memanfaatkannya dalam kebaikan, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak yang sangat dia butuhkan. (Penjelasan Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam Fatawa Ramadhan, 2/847-849)



Bilakah Malam Lailatul Qadar itu?



Terdapat riwayat dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam 21, malam 23, malam 25, malam 27, atau malam 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.



Al-Imam Asy-Syafi'I t berkata: "Ini menurut saya, wallahu a'lam, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab sesuai dengan pertanyaannya. Dan pendapat yang paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wassallam dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau mengatakan:



"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shifat Shaum An-Nabi, Asy-Syaikh Ali Hasan, hal. 87)



Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar



Dari Ubai ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:"Pagi hari dari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi." (HR. Muslim)



Dari Ibnu 'Abbas radiyallahu 'anhu, ia berkata, bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam:

"Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit di pagi harinya lemah dan berwarna merah." (HR. Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Bazzar, sanadnya hasan. Lihat Shifat Shaum An-Nabi, hal. 90)

Wallahu a'lam.

Friday, June 4, 2010

~Ya Allah~

~Budi Bahasa~


Yang baik itu budi,
yang cantik itu bahasa

~Cinta~


*Cinta kepada kebenaran.
*Berkata benar di hadapan manusia yg zalim
*tarbiyyah rohani dan fizikal
*Rindu kepada pertemuan dengan Allah & Rasulullah
*taat,patuh dan sayang kepada ummi dan abi
*Hidup mulia,mati syahid

~Segala puji bagi Allah~


“Segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan, penunjuk dan keampunan Nya. Kita berlindung kepada Nya dari kejahatan kejahatan nafsu kita dan keburukan keburukan perbuatan kita”

Thursday, June 3, 2010

~my heart~


~~ keeping someone in our heart is very easy but to be in someone heart is very difficult...~~

~Orang Kuat~


~~Orang yang kuat ialah orang menahan marahnya apabila ia marah..~~

~Yakin~

Kehidupan ini dilalui penuh dengan liku..ada yang menyenangkan hati dan ada yang mendukacitakan..Namun itu semua sudah ditakdirkan sebagaimana yang tertulis di Lohmahfuz...Allah Maha Mengetahui segala-galanya..Sebagai manusia kita harus beriman dengan Qada dan Qadarnya kerana tidak akan sempurna iman kita jika tidak menyakini...

~Wanita~


antiknya wanita itu pada sifat malunya :)
simpanlah perhiasanmu hanya utk yg layak memiliki..

~Doa~


BISMILLAHIRAHMANIRAHIM...
Ya Allah,
sebagai mana Engkau pernah menghantar burung² ababil
untok menghancurkan tentera bergajah musrikin.
maka kami memohon padamu Ya Allah,
turunknlah bantuan mu kali ini kepada orang² Islam di Palestin,
hancurkanlah rejim zionis sedahsyat dahsyatnya
..Amin Ya Robal Alamin

~Kawin~


Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “Seorang wanita itu dinikahi kerana empat; kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikkannya dan kerana agamanya. Maka hendaklah kamu mengutamakan yang beragama, nescaya kamu berbahagia.”

~Mak aku kata..~


mak aku kata....
Bagi mereka yang kekal suami isteri sehingga ke akhir hayat, perlu ada pengorbanan. Tanpa sifat sabar, menghormati pasangan dan saling mempercayai antara satu sama lain, kerukunan hidup berumahtangga tidak akan berpanjangan.

tapi yg paling penting doa, usaha dan tawakal... harap kita semua hidup dengan gumbira hendaknya... insyaAllah...

~Wahan~


Sabda Rasulullah s.a.w. “ Pada satu ketika akan tiba satu masa di mana seluruh umat hampir mengelilingi kamu seperti mereka mengelilingi hidangan makanan.” Seorang sahabat bertanya. “Adakah kerana bilangan kami pada waktu itu sedikit hingga boleh diperlakukan sebegitu rupa?”

Baginda menjawab, “Tidak, bahkan bilangan kamu pada hari itu ramai, tetapi kamu seperti buih-buih di lautan. Pada saat itu Allah akan mencabut perasaan gerun dari hati-hati musuh kamu dan tersemat di dalam hati-hati kamu penyakit ‘wahan’.” Lalu sahabat bertanya lagi, “Apakah yang dimaksudkan dengan ‘wahan’ itu ya Rasulullah?”

Baginda menjawab, “Wahan ialah sikap cintakan dunia dan takutkan mati.” (Riwayat Abu Dawud dan Ahmad dari Thawban).

Surah ar-Rahman